Ketipu Cewek Tua, Freaky Abizz
Posted by t34t3r_ku | Filed under Menggila
Minggu pertama puasa, waktu benar-benar masih terasa lama ya? Untuk mengatasinya, biasanya para anak-anak muda mencari kegiatan untuk menunggu waktu berbuka puasa yang biasa mereka sebut ngabuburit. Seperti halnya yang lain, gue juga nyoba cari kegiatan buat nunggu buka.
Hari itu hari ke-4 Ramadhan, cuaca masih sangat panas karena jam juga masih menunjukkan pukul 13.00. Pulang sekolah, gue ma temen gue gak ingin langsung pulang, melainkan mau cari kerjaan dulu sambil ngabuburit. Sepakat kami yang keduanya naik sepeda tiap hari akan keliling ke rumah-rumah teman-teman sekelas yang jaraknya lumayan lah buat men’capek’kan kaki-kaki kami.
Teriknya panas matahari saat itu tidaklah menciutkan semangat kami bersepeda. Hingga sampailah kami di persinggahan pertama. Tapi sayang, belum sempat kami singgah, sang pemilik rumah pergi untuk les. Berlanjutlah perjalanan kami hingga di suatu jalan kami dicegat seorang cewek tua yang biasa disebut dengan nama “nenek”.
“Nak, mau tanya, pantok di mana ya? Masih jauh nggak?”
“Pantok disana mbah, masih jauh”
“Nak, bisa anterin nenek gak? Nenek mau pulang, tolong lah anterin sampe pantok aja”, ucapan terakhir dari sang nenek telah membuatku luluh. Maka dengan sangat terpaksa, gue cuma bisa mengiyakan aja. Yak, karena teman gue pakai speda mini, jadi kita bertukar sepeda dan sang “nenek” yang tua dan lemah itupun kubonceng dengan sepeda mini temanku. Sangat terasa sekali saat tangan keriput si nenek melingkari dan menggrepe-grepe perutku dengan menggila. Bagai pasangan nan aneh dan sama sekali gak serasi, kemi melesat di jalan raya.
Beberapa ratus meter tak terasa, akhirnya kami tinggal beberapa meter sampai tujuan. Hampir lupa, tadi gue gak tanya dimana rumah si nenek. berlagak sok keren dengan berniat mengantar sampai rumah, gue tanya di mana rumahnya.
“Nek, rumahnya dimana?”
“Tambak”, dengan polosnya sang nenek menjawab pertanyaanku yang hampir bikin gue jantungan. Gue mikir “Bukannya tadi gue nganterin dari tambak? lho kok?”.
Beberapa detik gue habiskan dengan berpikir kebingungan sambil terus melaju. Tepat setelah gue selesai berpikir, sebuah sepeda motor berpenumpang mencegat gue. Ckiiittt, segera saja gue mengerem sepeda teman gue ini. Terlihat jelas seorang pemuda berperawakan kurus dan dengan wajah yang “gak” sangar turun dari motornya dan bertanya, “Dek, lagi ngapain kamu?”. Dengan polosnya gue jawab, “Ini mas, nganterin nenek ini, dia bilang mau pulang”.
“Wah dek, nenek itu pikun, sini biar gue yang anterin pulang”. Deg, jawaban terakhir lelaki bermotor itu mengejutkanku, pantesan aja gue bingung. Gue ketipu nenek-nenek pikun!!!
Kejadian itu akhirnya mengubah hidup gue. Karena sejak saat itu, gue jadi agak merinding kalau liat nenek-nenek di jalan. Hiiiii……… it’s so freaky !!!